Mantap.....Jo... Gassss...
BOIYAUW – Pemerintah Desa Boiyauw, Kecamatan Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, melaksanakan Musyawarah Desa (Musdes) I terkait pelaksanaan Program Lautra (Laut Untuk Sejahtera) yang berlangsung khidmat di Balai Desa setempat pada Senin (24/8/2026).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Camat Kepulauan Banda Bapak Rusdi Saiman,S.Sos. Musdes I ini bertujuan untuk merencanakan serta menyepakati arah kebijakan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir di Desa Boiyauw.
Program LAUTRA (Laut untuk Kesejahteraan/Oceans for Prosperity) adalah inisiatif strategis Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan pengelolaan kawasan konservasi laut serta kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir. Program ini dijalankan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersinergi dengan Bappenas, serta didukung oleh pendanaan Bank Dunia.
Fokus dan Pilar Utama:
Program ini mencakup 11 provinsi target di Indonesia (khususnya wilayah Indonesia Timur dan kawasan dengan kekayaan keanekaragaman hayati tinggi), seperti kawasan konservasi Banda Neira, Laut Sawu, Teluk Gorontalo, dan wilayah pesisir strategis.
Pihak yang Hadir dalam Musdes I Program Lautra:
Dalam sambutannya saat membuka acara, Camat Kepulauan Banda Bapak Rusdi Saiman,S.Sos. menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Desa, dinas terkait, dan masyarakat lokal agar Program Lautra dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.
Melalui Musdes I ini, perwakilan masyarakat bersama BPD dan Pemerintah Desa secara aktif menyampaikan aspirasi serta masukan teknis yang didampingi langsung oleh Dinas Perikanan dan Pendamping Profesional. Hasil musyawarah ini diharapkan menjadi pijakan awal pelaksanaan Program Lautra yang transparan, partisipatif, dan berdampak langsung pada perekonomian warga Desa Boiyauw
Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi Program Lautra oleh Pendamping Profesional. Sesi ini memberikan gambaran mendalam mengenai tujuan, prioritas, serta potensi dampak positif program terhadap kesejahteraan masyarakat Desa Boiyauw.
Suasana musyawarah berlangsung dinamis pada sesi identifikasi masalah. Seluruh peserta terlibat aktif dalam diskusi partisipatif untuk menggali isu-isu strategis serta kebutuhan riil yang dihadapi warga di lapangan.
Hasil dari ruang diskusi tersebut dirumuskan menjadi kesepakatan bersama yang disahkan secara formal melalui penandatanganan Berita Acara.
Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan, sebelum akhirnya ditutup secara resmi oleh Kepala Desa Boiyauw Bapak Ahyar Renyaan. Melalui Musdes ini, Desa Boiyauw siap melangkah mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan melalui Program Lautra. (Penulis: Redaksi Website Desa Boiyauw)















